Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the suga domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php:6260) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
berita bandung barat – Berita Tiga https://old.beritatiga.net Portal Berita Tue, 24 Aug 2021 16:21:02 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.3 https://old.beritatiga.net/wp-content/uploads/2021/08/cropped-fav-32x32.png berita bandung barat – Berita Tiga https://old.beritatiga.net 32 32 P4KBB Dorong DPRD Gunakan Hak Interpelasi https://old.beritatiga.net/2021/08/24/p4kbb-dorong-dprd-gunakan-hak-interpelasi/ https://old.beritatiga.net/2021/08/24/p4kbb-dorong-dprd-gunakan-hak-interpelasi/#respond Tue, 24 Aug 2021 16:21:02 +0000 https://old.beritatiga.net/?p=525 Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) mendorong agar DPRD KBB menggunakan hak interpelasi mereka terhadap Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.

Ketua P4KBB, Yacob Anwar menjelaskan, pihaknya mendorong agar DPRD KBB menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan Pemkab Bandung Barat yang disebutnya tak berorientasi kemasyarakatan.

“Karena ada Permasalah-permasalahan di KBB yang tidak diharmonisasi antara legislatif dan eksekutif. Ketidak harmonisan itu dengan adanya surat dari Ketua DPRD kepada pemerintah mempertanyakan masalah mutasi,” kata Yacob, Selasa (24/8).

Ia menambahkan, sejauh ini Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan dianggap tidak konsisten terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan termasuk dengan melaksanakan beberapa kali rotasi mutasi.

“Terus juga banyak ketidakkonsistenan Plt bupati dalam memadukan kata dan perbuatan.Contohnya, masalah BUMD tidak ada permintaan maaf ketika melakukan pembuatan hingga saat ini tidak ada permintaan maaf,” katanya

Yacob menyebut, penggunaan hak interpelasi tersebut dinilai harus tetap dilakukan lantaran banyak permasalah di KBB. Khususnya, permasalahan mutasi, PPKM, pelanggaran Inmendagri juga.

“Terus juga plt datang ke salah satu partai politik dan muscab itu kan pelanggaran, harusnya dia mengingatkan, jangan langsung datang memberikan satu support,” katanya.

Ia menegaskan, dorongan penggunaan hak interpelasi tersebut bukan upaya menjatuhkan Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. Melainkan mengingatkan Bagar kebijakannya lebih baik.

“Kan dewan itu wakil rakyat, kami dari P4KBB mendorong. Bukan kita ini mau menjatuhkan Pak Hengky. Saya ingin meluruskan, supaya Pak hengky ini selaku plt bupati bisa terjadi harmonisasi antara legislatif dan eksekutif, supaya bisa berjalan berbarengan,” pungkasnya.

Sumber : https://jabarekspres.com/berita/2021/08/24/p4kbb-dorong-dprd-gunakan-hak-interpelasi/

]]>
https://old.beritatiga.net/2021/08/24/p4kbb-dorong-dprd-gunakan-hak-interpelasi/feed/ 0
Anak Bupati Bandung Barat Segera Diadili dalam Korupsi Bansos Covid-19 https://old.beritatiga.net/2021/08/24/anak-bupati-bandung-barat-segera-diadili-dalam-korupsi-bansos-covid-19/ https://old.beritatiga.net/2021/08/24/anak-bupati-bandung-barat-segera-diadili-dalam-korupsi-bansos-covid-19/#respond Tue, 24 Aug 2021 13:11:17 +0000 https://old.beritatiga.net/?p=476

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan Andri Wibawa (AW), anak dari Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang darurat bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Penyidik KPK menyerahkan berkas penyidikan kepada jaksa penuntut umum (JPU).

“Hari ini (6/8/2021) dilaksanakan penyerahan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) tersangka AW oleh tim penyidik kepada tim JPU karena dari hasil pemeriksaan berkas perkara telah dinyatakan lengkap,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (6/8/2021).

Menurut dia, dengan dilimpahkannya berkas penyidikan kepada tim JPU, penahanan terhadap Andri Wibawa menjadi kewenangan tim JPU.

“Penahanan lanjutan oleh tim JPU kembali dilakukan terhitung mulai 6 Agustus 2021 sampai 25 Agustus 2021 di Rutan KPK Kavling C1,” kata Ali.

JPU memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan. Nantinya surat dakwaan terhadap Andri Wibawa akan dilimpahkan tim JPU ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat untuk disidangkan.

“Persidangan akan digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung,” kata Ali dalam keterangan KPK.

Soal Kasus Korupsi Bansos di Bandung Barat

Pada kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Selain keduanya, KPK menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M. Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka. KPK menduga Aa Umbara menerima sekitar Rp 1 miliar terkait pengadaan ini.

Aa Umbara diduga membantu Totoh dan Andri mendapat proyek pengadaan bansos Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. Sepanjang April-Agustus 2020, Pemkab Bandung Barat menyalurkan bansos bahan pangan dengan 2 jenis paket yakni bansos Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS) dan bansos terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Pembagian dua jenis bansos itu telah dilakukan sebanyak 10 kali dengan total realisasi anggaran senilai Rp 52,1 miliar.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/4626176/anak-bupati-bandung-barat-segera-diadili-dalam-korupsi-bansos-covid-19?source=search

]]>
https://old.beritatiga.net/2021/08/24/anak-bupati-bandung-barat-segera-diadili-dalam-korupsi-bansos-covid-19/feed/ 0
Duh, Insentif Nakes di Bandung Barat Dipotong hingga 25 Persen https://old.beritatiga.net/2021/08/24/duh-insentif-nakes-di-bandung-barat-dipotong-hingga-25-persen/ https://old.beritatiga.net/2021/08/24/duh-insentif-nakes-di-bandung-barat-dipotong-hingga-25-persen/#respond Tue, 24 Aug 2021 13:07:27 +0000 https://old.beritatiga.net/?p=473

Karut marut penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terjadi. Kali ini, kabar tak sedap datang dari proses penyaluran insentif penanganan Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes).

Setelah molor hampir 7 bulan, insentif nakes di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) mendapat potongan dari pihak manajemen dengan besaran antara 15%-25%.

Diketahui, pada akhir Juli 2021, pemerintah daerah melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) telah mencairkan insentif penanganan Covid-19 sebesar Rp24,4 miliar, yang sempat molor selama 7 bulan. Insentif itu dibagi kepada 350 nakes berstatus PNS sebesar Rp9,7 miliar dan 508 nakes non-PNS sebesar Rp14,7 miliar.

Agnes (bukan nama sebenarnya), salah seorang perawat di RSUD Cikalongwetan mengatakan, insentif yang diterimanya harus dipotong 20%. Namun karena dinilai terlalu besar, ia hanya menyetor sebesar 15% dari nilai insentif yang diterima.

“Kita disuruh untuk menyisihkan potongan 20%, tapi kita hanya bisa ngasih sebesar 15%,” papar Agnes beberapa waktu lalu.

Menurutnya, manajemen rumah sakit beralasan potongan itu diberikan untuk insentif petugas Covid-19 yang tak sempat diajukan. Mereka di antaranya adalah sopir ambulans, petugas jenazah, petugas bersih-bersih, dan lainnya.

“Memang kita tahu penanganan Covid-19 itu bukan hanya nakes tapi banyak yang terlibat seperti ambulans, petugas jenazah, petugas bersih-bersih. Kita juga tahu kalau sebagian besar mereka tak bisa diajukan mendapat insentif. Tapi potongan 20% dirasa sangat besar,” tambahnya.

Tak Ada SK Potongan Insentif

Agnes dan sejumlah nakes di RSUD Cikalongwetan sebenarnya tak keberatan kalau potongan tersebut diberikan bagi nakes lain yang tak dapat. Asal, manajemen mengeluarkan dasar hukum berupa surat keputusan (SK) agar keputusan itu transparan.

“Menurut kita 15% cukup untuk berbagi ke teman-teman yang gak terdaftar untuk dapet uang langsung insentif covid, ada juga alasan lain dirut nggak mau ngekuarin SK karena menurut dia ini pemberian se-ikhlasnya,” Jelasnya.

“Kita gak mau kalau gak ada SK buat pegangan kita, soalnya kan ini itungannya dipatok. Apalagi pemotongan gak mau lewat transfer,” tambahnya.

Menurut Agnes potongan insentif nakes bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, pada pencairan pertama tahun 2020, pemotongan juga dilakukan dengan besaran 15%.

“Dari dulu tahun 2020 sudah ada potongan, tapi cuma 15%, sekarang tahun 2021 naik jadi 20%,” ungkapnya.

Sementara itu, manajemen RSUD Cikalongwetan membenarkan terkait kabar pemotongan insentif penanganan Covid-19. Hal itu dilakukan agar petugas lain yang tak diajukan tetap mendapat insentif.

Dirut RSUD Cikalongwetan Maisara mengatakan pemotongan tersebut tak hanya terjadi di Cikalong Wetan, tapi juga terjadi di RSUD Lembang dan Cililin.

“Tidak hanya di Cikalong Wetan, di semua RSUD juga begitu. Di Cikalong justru yg paling kecil, RSUD lain lebih besar 25%. Pemotongannnya untuk dibagikan ke pegawai lain yang juga bekerja mengurusi pasien covid tapi nama mereka tidak dapat diusulkan. Seperti ME (mechanical engineering, supir ambulance, laundry, gizi, cssd, security),” ungkapnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/regional/read/4637821/duh-insentif-nakes-di-bandung-barat-dipotong-hingga-25-persen?source=search

]]>
https://old.beritatiga.net/2021/08/24/duh-insentif-nakes-di-bandung-barat-dipotong-hingga-25-persen/feed/ 0