Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the suga domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the redux-framework domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php on line 6260

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/functions.php:6260) in /home/beritati/old.beritatiga.net/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
bulu tangkis – Berita Tiga https://old.beritatiga.net Portal Berita Wed, 25 Aug 2021 15:49:57 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.3 https://old.beritatiga.net/wp-content/uploads/2021/08/cropped-fav-32x32.png bulu tangkis – Berita Tiga https://old.beritatiga.net 32 32 Masuk Grup C Piala Sudirman 2021, Denmark Jadi Lawan Terberat Indonesia https://old.beritatiga.net/2021/08/25/masuk-grup-c-piala-sudirman-2021-denmark-jadi-lawan-terberat-indonesia/ https://old.beritatiga.net/2021/08/25/masuk-grup-c-piala-sudirman-2021-denmark-jadi-lawan-terberat-indonesia/#respond Wed, 25 Aug 2021 15:49:57 +0000 https://old.beritatiga.net/?p=549 Indonesia mengetahui lawan pada Piala Sudirman 2021. Tim bulu tangkis Tanah Air masuk Grup C menyusul hasil undian, Rabu (25/8/2021).

Ajang bulu tangkis beregu campuran dunia tersebut rencananya berlangsung 26 September hingga 3 Oktober di Vantaa, Finlandia. Kota ini ditunjuk sebagai tuan rumah menggantikan Suzhou, Tiongkok.

Indonesia, yang menempati unggulan 3/4, menghuni grup C bersama Denmark, ROC (Komite Olimpiade Rusia), dan Kanada. Hanya juara dan runner-up setiap grup yang melaju ke babak gugur.

Denmark merupakan lawan terberat Indonesia. Mereka memiliki Viktor Axelsen (tunggal putra), Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (ganda putra), hingga Mathias Christiansen/Alexandra Boje (ganda campuran). Namun, ROC dan Kanada juga harus tetap diwaspadai.

“Untuk undian hasil Piala Sudirman ini saya rasa cukup baik. Tetapi tetap kita tidak boleh lengah dan anggap remeh karena kita satu grup dengan Denmark yang seimbang dan juga Rusia dan Kanada yang bisa mengejutkan,” ucap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSi, Rionny Mainaky.

“Sekarang kami akan fokus untuk mempersiapkan diri untuk turnamen-turnamen penting ini,” lanjutnya.

Piala Sudirman 2021 menjadi pertemuan ke-10 Indonesia dengan Denmark di fase grup setelah sebelumnya pada 1993, 1995, 1997, 2001, 2003, 2007, 2015, 2017, dan 2019.

Program Khusus

PBSI sudah mempersiapkan program-program khusus dalam latihan demi asa mengembalikan lambang supremasi bulu tangkis dunia tersebut. Salah satunya dengan menggelar simulasi sebagai rangkaian persiapan.

“Untuk saat ini memang kami di semua sektor masih melakukan latihan recovery, pemulihan kembali paska Olimpiade lalu dari stamina, fisik dan mental. Nah, setelah ini baru akan masuk ke persiapan intensif baik itu Piala Sudirman maupun Thomas & Uber,” kata Rionny.

“Saya dan pelatih juga sudah menyiapkan program-program khusus untuk para atlet, karena berkaca dari pengalaman kemarin di Tokyo, apa yang kurang-kurang harus dibenahi, termasuk nanti kami akan menggelar simulasi dalam waktu dekat sebagai rangkaian dari melihat kesiapan tim,” sambung Rionny.

Momen Khusus

Untuk pertama kalinya Piala Sudirman berlangsung di tahun yang sama dan waktu yang berdekatan dengan gelaran Piala Thomas dan Uber. Sejatinya, Piala Thomas dan Uber digelar pada tahun genap. Namun ajang itu ditunda karena pandemi Covid-19.

Walau saling berdekatan, PBSI tetap menargetkan hasil terbaik untuk tiga turnamen beregu tersebut.

“Semua turnamen ini akan kami prioritaskan, baik Piala Sudirman maupun Thomas dan Uber karena semuanya penting. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dengan pelatih dan atlet. Walau waktunya berdekatan tapi ada jeda satu minggu antara Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber, saya rasa itu cukup untuk mengembalikan kondisi anak-anak,” tutur Rionny.

“Dan saya yakin kita semua siap dan makin termotivasi. Prinsip saya, setiap turnamen targetnya harus juara. Semoga tahun ini Piala Sudirman bisa kita bawa kembali ke Indonesia,” pungkasnya.

Berikut hasil undian lengkap Piala Sudirman 2021:

Grup A: Tiongkok, Thailand, Finlandia, India

Grup B: Chinese Taipei, Korea Selatan, Tahiti, Jerman

Grup C: Indonesia, Denmark, ROC (Komite Olimpiade Rusia), Kanada

Grup D: Jepang, Malaysia, Inggris, Mesir

Sumber : https://www.liputan6.com/bola/read/4641023/masuk-grup-c-piala-sudirman-2021-denmark-jadi-lawan-terberat-indonesia

]]>
https://old.beritatiga.net/2021/08/25/masuk-grup-c-piala-sudirman-2021-denmark-jadi-lawan-terberat-indonesia/feed/ 0
Ofisial Malaysia Pernah Coba Suap Taufik Hidayat, Lee Chong Wei Kaget https://old.beritatiga.net/2021/08/25/ofisial-malaysia-pernah-coba-suap-taufik-hidayat-lee-chong-wei-kaget/ https://old.beritatiga.net/2021/08/25/ofisial-malaysia-pernah-coba-suap-taufik-hidayat-lee-chong-wei-kaget/#respond Wed, 25 Aug 2021 15:28:49 +0000 https://old.beritatiga.net/?p=532 Taufik Hidayat bikin pengakuan mengejutkan pernah coba disuap oleh ofisial Malaysia, agar sengaja mengalah saat menghadapi Lee Chong Wei. Mendengar itu, Lee Chong Wei pun kaget.

Kedua nama tersebut adalah sosok-sosok yang pernah saling bersaing di jajaran teratas pebulutangkis teratas dunia. Taufik dan Lee Chong Wei pun tercatat sudah lebih dari 20 kali berhadapan di arena bulutangkis.

Salah satunya adalah ketika keduanya berhadapan di semifinal Asian Games Doha 2006. Saat itu Taufik jadi unggulan ketujuh, di bawah Lee Chong Wei yang jadi unggulan kedua.

Nah, jelang pertandingan tersebut Taufik Hidayat rupanya sempat dapat pengalaman tidak enak. Dalam wawancara di TransTV, ia mengungkap didatangi seorang ofisial dari Asosiasi Bulutangkis Malaysia yang menawarkan uang suap.

Disebut Taufik, ofisial tersebut menawarkan uang suap dua kali lipat dari bonus pemerintah Indonesia agar bersedia kalah dari Lee Chong Wei. Taufik Hidayat bukan cuma menolak, ia pun berang dengan usaha suap tersebut.

Saat itu pemerintah Indonesia menawarkan bonus sekitar Rp 225 juta rupiah jika Taufik Hidayat pulang membawa emas. Hal itu pun nyatanya ia wujudkan. Setelah menang 21-16, 21-18 atas Lee Chong Wei, Taufik menang 21-15, 22-20 atas Lin Dan di final.

Nah, jelang pertandingan tersebut Taufik Hidayat rupanya sempat dapat pengalaman tidak enak. Dalam wawancara di TransTV, ia mengungkap didatangi seorang ofisial dari Asosiasi Bulutangkis Malaysia yang menawarkan uang suap.

Disebut Taufik, ofisial tersebut menawarkan uang suap dua kali lipat dari bonus pemerintah Indonesia agar bersedia kalah dari Lee Chong Wei. Taufik Hidayat bukan cuma menolak, ia pun berang dengan usaha suap tersebut.

Saat itu pemerintah Indonesia menawarkan bonus sekitar Rp 225 juta rupiah jika Taufik Hidayat pulang membawa emas. Hal itu pun nyatanya ia wujudkan. Setelah menang 21-16, 21-18 atas Lee Chong Wei, Taufik menang 21-15, 22-20 atas Lin Dan di final.

Sumber : https://sport.detik.com/raket/d-5695830/ofisial-malaysia-pernah-coba-suap-taufik-hidayat-lee-chong-wei-kaget?tag_from=wp_nhl_3

]]>
https://old.beritatiga.net/2021/08/25/ofisial-malaysia-pernah-coba-suap-taufik-hidayat-lee-chong-wei-kaget/feed/ 0