1. Sering Mengalami Badai Tropis
Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia sebagai dampak dari memanasnya suhu bumi adalah seringnya mengalami badai tropis.
Menurut Dwikorita, seharusnya wilayah Indonesia yang berada dalam ekuator bumi, tidak bisa ditembus badai tropis. Tapi, badai siklon tropis seroja pada April 2021 berhasil menembus zona ekuator, bahkan kepala badainya sampai masuk ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Padahal seharusnya paling dalam itu ekornya(badai) saja. Seperti badai cempaka, badai yang lain seperti dahlia. Kenapa itu bisa terjadi? Karena suhu muka air laut perairan semakin panas,” jelas Dwikorita kepada Liputan6.com.
Dengan adanya badai tropis di NTT dan Papua yang sering terjadi, masyarakat mengalami kesusahan dengan dampak perubahan iklim ini. Dengan adanya perubahan iklim ini, Dwikorita ragu dengan kemampuan Indonesia dalam menghadapi serangan badai tropis yang berpotensi kian sering terjadi.
“Jadi, kita harus berdampingan setiap hari hidup dengan badai tropis. Ya kalau kita mampu, kita siap, teknologi kita siap menghadapi badai tropis setiap minggu atau bahkan setiap hari, ya sudah mari dihadapi. Tapi, kalau tidak siap? Orang kemarin kena badai tropis di NTT, yang terjadinya tidak setiap tahun, korbannya sudah begitu banyak,” tegas Dwikorita.
2. Kenaikan Suhu