Meski demikian, Paloh menyampaikan apresiasi atas kinerja KPK dalam pemberantasan koruptor di tanah air. Ia menilai kerja KPK cukup agresif menangkap pejabat-pejabat korup.
“Sejujurnya saya katakan, KPK cukup agresif dalam melakukan tugas-tugasnya. Nah, ini perlu kita apresiasi, perlu kita jaga upaya pemberantasan korupsi harus kita laksanakan,” katanya.
“Bagaimanapun juga Indonesia harus bersyukur sebagai satu bangsa yang telah mampu untuk melahirkan sebuah lembaga anti korupsi, kita punya KPK,” sambungnya.
Namun, ia menyebut KPK masih banyak kekurangan, salah satunya soal terminologi operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
“Terminologi tangkap tangan misalnya, yang saya pahami, dengan segala kemampuan saya yang terbatas. Tangkap tangan adalah ada si pemberi, ada si penerima pada saat bersamaan, dan untuk itu dia tertangkap, tetapi terminologi baru, tangkap tangan itu bisa saja, satu pemberi di Medan, satu penerima di Surabaya, tangkap tangan juga. Padahal hanya dramatisasi,” kata Paloh.
Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/4638817/surya-paloh-tak-mengenal-budaya-malu-100-kpk-tak-efektif-memberantas-korupsi